Begini Gagahnya Bek TIMNAS Indonesia Saat Berseragam Dinas TNI

Posted on

Okezones.com, Nama Abduh Lestaluhu jadi pusat perhatian lantaran aksi kemarahannya yang menendang bola ke bench pemain Thailand, Sabtu (17/12/2016) malam. Menurut pemain bek Timnas Indonesia ini, saat giliran Abduh melakukan lemparan bola ke dalam, official Timnas Thailand tak segera memberikan bola.

Saat Abduh ingin melaporkan ke wasit, barulah official timnas Thailand segera memberikannya. Merasa emosi, Abduh menendang bola tersebut ke bench official tim Gajah Putih, hal itu menyulut perselisihan. Akibat hal tersebut, pemain PS TNI ini harus diganjar kartu merah oleh wasit.

Mengetahui hal tersebut menjadi sorotan publik, Abduh menyampaikan minta maaf. Dirinya mengaku kelelahan dan diburu oleh waktu untuk menciptakan gol.

Ada sisi menarik lain tentang Abduh Lestaluhu. Punggawa Garuda asal Maluku ini ternyata baru berusia 23 tahun. Kesehariannya di luar sepakbola adalah sebagai prajurit TNI.

Abduh Lestaluhu ternyata bergabung dengan Corps Polisi Militer, yang bertugas sebagai penegak hukum prajurit TNI.

Prajurit baret biru tersebut, kini berpangkat sersan dua.

Laki-laki yang lahir di Tulehu, Maluku ini berlatih sepak bola sejak usia sembilan tahun. Karir moncer dirinya di lapangan hijau, membawanya telah bergabung di beberapa tim sepak bola profesional sebelum tergabung pada Timnas Indonesia.

Sebelumnya, Abduh Lestaluhu pernah memperkuat tim Persis Solo pada tahun 2011-2012. Kemudian hijrah ke Jakarta menjadi squad Persija pada tahun 2013.

Kini dirinya berdinas sebagai prajurit TNI di Pusdikpom TNI AD Cimahi dan memperkuat tim PS. TNI.

Begini penampilan Abduh Lestaluhu saat mengenakan seragam prajurit!

Bagaimana, Girls, menurut kamu penampilan Abduh saat membela Tim Garuda di lapangan hijau atau saat berseragam militer?

Keduanya sama-sama membela Tanar Air, ya!

Abduh Lestaluhu Beberkan Skenario Curang Thailand Ulur-ulur Waktu

Penggawa Timnas Indonesia Abduh Lestaluhu mendapatkan kartu merah saat berhadapan dengan Thailand di leg kedua final Piala AFF 2016. Abduh Lestaluhu mendapatkan kartu merah jelang menit terakhir pertandingan usai. Terkait kartu merah itu, Abduh Lestaluhu akhirnya buka suara.

“Soal kejadian itu, kami saat itu sedang mengejar gol namun saat akan mengambil lemparan ke dalam bola itu ditahan di bench pemain Thailand,” kata Abduh Lestaluhu dikutip SuperBall.id dari Four Four Two, Minggu (18/12/2016).

“Mereka mengulur waktu. Saat itu saya langsung balik ke belakang dan bilang kepada wasit itu tidak fair play. Akhirnya saya emosi karena keadaan kami sedang tertinggal saat itu,” tutup Abduh.

Meski tidak bisa membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF 2016 dan mendapatkan kartu merah, nyatanya Abduh tetap mendapatkan banyak pujian dari rakyat Indonesia khususnya di media sosial Twitter.

Mayoritas bangga dengan sikap Lestaluhu selama pertandingan.

Netizen juga tidak menyalahkan sikap emosi Abduh yang menendang bola ke bangku cadangan pemain Thailand. (SuperBall.id, Imadudin Robani Adam)

Apa yang Memicu Kemarahan Abduh Lestaluhu?

Pemain belakang tim nasional (timnas) Indonesia, Abduh Lestaluhu, membeberkan alasan di balik kemarahannya saat kalah 0-2 dari Thailand pada partai final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016).

Pada masa injury time, Abduh sempat menendang bola ke arah bangku cadangan Thailand. Akibat sikap tidak terpuji tersebut, dia diganjar kartu merah oleh wasit Abdulla Hasan.

“Kami sedang mengejar gol, tetapi pemain mereka terus mengulur waktu. Hal itu membuat saya emosi,” tutur Abduh di mixed zone setelah pertandingan.

Saat insiden tersebut, Indonesia memang sudah tertinggal dua gol. Dengan kata lain, skor agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan Thailand dan Indonesia membutukan satu gol guna memaksakan perpanjangan waktu.

Guna mempertahankan keunggulan, beberapa pemain Thailand kerap melambatkan langkah ketika digantikan oleh rekan setimnya.

Abduh pun mendapatkan pembelaan dari rekan setimnya di timnas dan PS TNI, Manahati Lestusen. Di mata Matahati, reaksi Abduh tidak bisa dibenarkan, tetapi masih dalam batas wajar.

“Sebab, tensi pertandingan tengah tinggi. Dia pasti bisa melakukan lebih baik lagi ke depannya,” ucap Manahati.

Terlepas dari kekesalannya terhadap lawan, Abduh tetap mengapresiasi Thailand yang keluar sebagai juara pada edisi kali ini. Tidak cuma meraih trofi, pasukan Kiatisuk Senamuang sekaligus mempertegas kemenangan 4-2 pada partai pertama Grup A.

“Kami harus mengakui, Thailand lebih bagus. Mereka menjalani persiapan lebih lama. Sebaliknya, kami cuma memiliki waktu sebentar dar sudah sepantasnya mensyukuri capaian ini,” tutur Abduh