Bersedia Mundur, Presiden Korsel Serahkan Nasibnya pada Parlemen

Posted on

presiden-korsel

Seoul – Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun Hye mengaku bersedia mengundurkan diri di tengah maraknya desakan mundur terkait skandal nepotisme. Namun, presiden Park mempersilakan parlemen Korsel untuk menentukan caranya mengundurkan diri.

“Saya akan menyerahkan isu kepergian saya, termasuk (kemungkinan) pengurangan masa jabatan saya, pada keputusan Majelis Nasional,” ucap Presiden Park dalam pidatonya yang ditayangkan langsung oleh televisi Korsel dan dilansir AFP, Selasa (29/11/2016).

“Begitu anggota parlemen memberikan langkah-langkah untuk pengalihan kekuasaan dalam cara yang meminimalisir kekosongan kekuasaan dan kekacauan dalam pemerintah, saya akan mengundurkan diri,” tegasnya. Masa jabatan Presiden Park baru akan berakhir pada Februari 2018.

Pernyataan terbaru Presiden Park ini disampaikan setelah serangkaian unjuk rasa besar-besaran digelar di Seoul dan beberapa kota lainnya dalam beberapa minggu terakhir. Pernyataan ini juga dianggap sebagai upaya Presiden Park menghindari penghinaan jika dimakzulkan parlemen yang dikuasai oposisi.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Saenuri yang berkuasa dan menaungi Presiden Park berniat mengajukan mosi tidak percaya pada Jumat (2/12) mendatang, untuk memakzulkan Presiden Park. Mereka didukung oleh tiga partai oposisi besar di Korsel.

Jika parlemen mengabulkan mosi itu, maka Presiden Park dengan segera akan dinonaktifkan dari tugas resmi sebagai Presiden Korsel dan Perdana Menteri akan mengambil alih kepemimpinan sementara. Pengadilan Konstitusional Korsel membutuhkan waktu paling lama 6 bulan untuk memutuskan apakah akan menyetujui pemakzulan itu atau tidak.

“Pernyataan presiden jelas kurang penyesalan yang tulus. Yang diinginkan rakyat ada pengunduran dirinya dengan segera. Bukan tugasnya untuk terus mengulur waktu, melemparkan bola ke pengadilan parlemen. Kami akan terus mendorong pemakzulannya,” tegas Partai Demokrat Korsel yang merupakan oposisi utama.

Di sisi lain, Partai Saenuri menyambut baik pernyataan Presiden Park pada Selasa (29/11), yang merupakan pernyataan publik ketiga sejak skandal nepotisme mencuat. Partai Saenuri menyerukan kelompok oposisi menunda upaya pemakzulan.

Seruan mundur kepada Presiden Park semakin marak setelah terbongkar skandal korupsi dan nepotisme yang berpusat pada teman dekatnya, Choi Soon-Sil. Choi telah ditangkap atas dakwaan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Sumber : https://news.detik.com/internasional/d-3357816/bersedia-mundur-presiden-korsel-serahkan-nasibnya-pada-parlemen